Jumat, 20 Januari 2012

sudahkah tersenyum hari ini ?

Bismillah
@RS Islam Jakarta 17 Januari 2012

Hari ini diperkenalkan dengan seorang teman baru, seorang muslimah berjilbab, yang umurnya lebih tua dari saya, berprofesi seorang perawat di sebuah rumah sakit, ada beberapa hal yang amati dari dirinya, dan salah satu hal itu adalah senyumnya yang sangat manis ...

Hampir dalam setiap pembicarannya dengan pasien-pasien hari itu begitu menenangkan, karena senyumnya selalu merekah dari bibirnya, saya yang saat itu dalam kondisi jenuh karena menunggu terlalu lama pun menjadi kembali ceria ketika ia menyapa nama saya dan berbicara dengannya,

Subhanallah raut mukanya begitu menyenangkan, hampir setiap pasien yang datang dibuatnya ceria,
jadi teringat hadits berikut :

Rasulullah SAW bersabda bahwa anak keturunan Adam memiliki kewajiban untuk bersedekah setiap harinya sejak matahari mulai terbit.
Seorang sahabat yang tidak memiliki apa pun untuk disedekahkan bertanya, “Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa pun, lantas apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?” Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

mari mari mari ... mulai hari ini , budayakan tersenyum ... 
karena senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah ...

Jumat, 13 Januari 2012

bersyukur dan bersinarlah ...



Ketika engkau menginginkan sesuatu, tanamkan keinginan itu dalam hatimu kuat-kuat, lalu berdoalah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, serta berusaha secara maksimal dengan cara yang ma’ruf untuk mendapatkannya, tapi ketika keinginan itu belum mampu terwujud, yakinlah, apa yang engkau jalani sekarang adalah yang terbaik, galilah berbagai hikmah di dalamnya, dan maksimalkan potensimu untuk menggapai keberkahan Allah dengan apa yang ada sekarang, tidak perlu menunggu “kondisi idealmu” itu karena yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Dan yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah.
Jalani yang ada sekarang, dan bersinarlah ... ketika engkau jujur kepada Allah, maka Alllah pun akan mewujudkan cita-citamu ...
Jangan menunda berbuat kebaikan, hanya karena engkau menyangka ini bukan saat yang tepat, atau terus menunggu “kondisi idealmu”
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (al-Baqarah: 216)
Mungkin sering kali kita melihat “rumput tetangga” lebih hijau, merasakan apa yang dimiliki orang lain itulah “kondisi idealku”, padahal belum tentu yang tepat buat orang lain, tepat pula untuk kita.
Ketika sekarang kita harus bekerja di kantor hampir setengah hari kita, jangan menunggu sampe resign untuk bisa melayani suami dengan baik dan mendidik anak2 dengan penuh perhatian dan cinta, memasak masakan istimewa dan yang lainnya
Atau ketika sekarang kita masih single, jangan menunggu hingga kita menikah baru kita berniat untuk berdakwah
Atau ketika sekarang kita di jakarta (kota besar dengan segala ke”indah”annya) jangan menunggu ditempatkan di daerah untuk bisa menyusun mimpi dan membentuk sebuah kemanfaatan untuk lingkungan
Jadi teringat, nasihat seorang pak cris cuntadi, “ketika kita ditempatkan dipelosok terpencil, fikirkan dan bayangkan kita akan ditempatkan disana selamanya, sehingga kita mampu berbuat banyak untuk kota itu, kalu kita berfikir ‘nanti akan dipindahkan, dan disini hanya sementara’ maka kita tidak akan berbuat apa-apa”

Begitupun jodoh ... Allah menjanjikannya untuk kita, laki laki yang baik untuk perempuan baik-baik, begitupun sebaliknya,
Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (QS An Nur:26)
Jodoh adalah layaknya cerminan diri kita, seperti diri apa kita sekarang, seperti itu pula jodoh kita, ketika sekarang kita  sedang asyik berkhayal dan memikirkan seorang lelaki atau bahkan mungkin berpacaran, mungkin juga disana (calon) jodoh kita sedang asyik bercengkerama dengan perempuan  lain, aihhh kok jadi gak nyambung ya???
Intinya, maksimalkan potensimu untuk meraih keberkahan Allah dalam keadaan sekarang, tidak perlu menunggu nanti, besok, lusa, atau mungkin engkau tidak akan melakukannya sama sekali ...
Bersyukurlah dan bersinarlah ...

Engkau Jujur Kepada Allah Allah pun Mewujudkan Cita-Citamu

Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dengan sanad shahih, An-Nasai dan lain-lain, dari Syaddad bin Al-Had bahwa ada seorang laki-laki Arab Badui datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beriman kepada apa yang dibawa oleh nabi dan mengikuti beliau. Badui tersebut berkata kepada nabi, “Aku akan berhijrah bersamamu,” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat memberikan nasihat agama kepadanya. Pada Perang Khaibar, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membagikanghanimah kepada kaum muslimin. Nabi memberikan bagian kepada para sahabat yang membuat mereka bergembira, akan tetapi ketika pembagian sampai kepada si Badui, tiba-tiba dia menolaknya sembari berkata, “Apa ini?” Para sahabat menjawab, “Ini adalah bagian ghanimah untukmu yang berasal dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.”
Mendapatkan jawaban para sahabat, si Badui terpaksa mengambil bagian ghanimah itu tetapi kemudian dia menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sesampai di hadapan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, si Badui bertanya, “Harta apakah ini?” “Ini adalah bagian ghanimah yang aku bagi untukmu.” jawab Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kembali orang Badui itu berkata, “Bukan karena perkara ini aku mengikutimu, akan tetapi aku mengikutimu karena aku ingin agar suatu saat nanti aku terkena lemparan panah di sini –sambil menunjuk ke lehernya– sehingga aku terbunuh dan masukjannah karenanya.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau jujur kepada Allah, maka Allah akan membenarkanmu.”
Setelah itu, kaum muslimin beristirahat sebentar, mereka kemudian  melanjutkan lagi penyerbuan terhadap musuh. Di tengah berkecamuknya peperangan, si Badui dibawa menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan keadaan terkena panah di tempat yang sesuai dengan yang dia tunjukkan sebelumnya. Melihat itu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah dia orang yang kemarin?” Para sahabat menjawab, “Benar,” Nabi bersabda, “Dia telah berbuat shiddiq kepada Allah , maka Allah berbuat shiddiq kepadanya.” Selanjutnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengkafaninya dengan baju besi milik Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mendoakannya dan di antara doa beliau adalah,
“Ya Allah, ini adalah hamba-Mu, dia keluar untuk behijrah di jalan-Mu dan terbunuh sebagai syahid. Dan aku bersaksi atas perkara itu.”
Sumber: Kisah-Kisah Pahlawan Generasi Pilihan, Hilmi bin Muhammad bin Ismail, Wafa Press

Rabu, 11 Januari 2012

Tipuan Setan

-Resume kajian-

Jika kita berulang kali tertipu oleh seseorang dengan teknik tipuan yang sama maka hanya ada dua kemungkinan, penipu itu yang sangat brilian atau kita yang sangat bodoh. Sebenarnya tidak ada yang lebih pintar dalam hal tipu menipu dibanding setan, saking pintarnya kebanyakan dari kita tidak sadar sedang menipu, bahkan sering kali kita ikut ikutan menjadi penipu, menipu hati nurani sendiri. Bertahun tahun kita mengulangi dosa yang sama, bahkan sebagian kita ada yang sudah  menganggap ringan dosa-dosa yang kecil, dan merasa tidak bersalah ketika melakukan dosa dosa besar.
Sebenarnya setan tidak terlalu pintar dalam menggoda kita, tapi mungkin kita yang terlalu bodoh  dan tidak peduli.
 Contoh hasil tipuan  ringan setan adalah, sering kali orang sedih dan kecewa ketika tidak berhasil mendapatkan uang 1 juta atw 2 juta, tapi disisi lain hampir ia tidak pernah bersedih karena kehilangan shalt sunnah fajar, padahal nilai shalat sunnah fajar di sisi Allah adalah lebih baik dari pada dunia dan seisinya.
Contoh hasil tipuan besar setan adalah, ketika ia menjadi teman setan di neraka, ia bukan hanya menderita, tapi sekaligus kehilangan keberuntungan terbesar, yaitu surga seluas langit dan bumi serta perjumpaan dengan Allah...
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh : “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”
Ya Allah lindungilah aku dari godaan syetan yang terkutuk ...
Aamiin

Senin, 09 Januari 2012

aduh, MALU !!!

astaghfirullah,
malu malu malu

malu sekali rasanya, ketika  hari ini melihat laporan keuangan dan kegiatan salah satu lembaga Rumah Qur'an di sebuah kampus, melihat berbagai genda keseharian mereka,

terkutip seperti ini di salah satu sisi laporan mereka :


WAJIBAT untuk PARA SANTRI
1. Tilawah min. 2 juz
2. Setoran min. 1/2 halaman
3. Murojaah
4. Qiyamul Lail min 1/2 juz
5. Matsurat
6. Jam pulang maks 20.00
7. Menjalankan piket harian
8. Jam efektif untuk al-Qur'an 1jam/malam
9. Tidak tidur bada shubuh hingga syuruk
10. Tasmi' al-Qur'an
11. Bertanggung  jawab atas kebersihan dan keamanan kamar masing-masing

ditambah dengan seabrek kegiatan kampus mereka yang tentu mereka juga bukan pasifis yang hanya sekedar 3 K (kos, kampus, kantin) tapi dengan segudang aktifitas organisasinya, dan juga aktifitas menuntut ilmu mereka di dalam rumah quran itu, jadwal yang sungguh padat... kajian, tahsin, bahasa arab, mabit di beberapa tempat, maupun kunjungan2 lain ...

astaghfirullah, semakin merasakan betapa masih rendahnya derajatku di sisi-Mu ...
masih jauhnya amalanku dengan amalan mereka...

astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah

Tiada sesuatu yang disesali oleh penghuni surga kecuali satu jam yang mereka lewatkan (di dunia) tanpa mereka gunakan untuk berzikir kepada Allah Azza wajalla. (HR. Ad-Dailami)

Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal sholeh, tentulah Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amal(nya) dengan baik. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan surga 'Adn, sungai-sungai mengalir di bawahnya, dalam surga itu mereka diberi perhiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan tebal dan mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah, itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah.(al-Kahfi : 30-31)


Nasihat nabi: untuk urusan dunia lihatlah orang yang lebih rendah dari kamu supaya kamu mudah untuk mensukuri nikmat Allah, namun untuk urusan akhirat lihatlah para Nabi supaya kamu jangan cepat puas dengan amal dan pengorbanan yang telah kamu lakukan.

semangat semangat semangat ...

semoga diri ini terhindar dari kemalasan ... aamiin